Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Menurut data World Bank, Goldman Sachs, Indonesia menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang berhasil menembus jajaran G20, yaitu dua puluh negara dengan angka GDP (Growth Domestic Product) tertinggi di dunia. Namun demikian, ada beberapa hal yang menjadi tantangan utama dalam pertumbuhan ekonomi ini, terutama yang berkaitan dengan tenaga kerja dan lapangan pekerjaan.

Pertumbuhan jumlah tenaga kerja di Indonesia belum bisa diimbangi dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, apalagi persaingan saat ini semakin ketat. Angka pengangguran di usia produktif cukup tinggi karena sulitnya mendapatkan pekerjaan. Menciptakan lapangan pekerjaan bisa menjadi solusi dari permasalahan ini.

Sektor kewirausahaan menjadi sektor yang sangat penting akhir-akhir ini karena diharapkan mampu membangun perekonomian negara, khususnya dalam hal penyerapan tenaga kerja. Generasi muda yang sekarang lebih dikenal dengan istilah Generasi Milenial, merupakan generasi yang kreatif, inovatif, cerdas, dan mengikuti perkembangan zaman. Diharapkan generasi ini mampu menciptakan lapangan pekerjaan, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Hal inilah yang ditangkap oleh teman-teman Racana Makhdum Ibrahim – Nyai Candrawati. Mereka mengadakan seminar nasional tentang kewirausahaan dengan judul “The Young Entrepreneurship Moslem”. Acara ini mendapat reaksi yang sangat positif dari masyarakat, baik dari dalam maupun luar Kabupaten Tuban. Ini ditunjukkan dari banyaknya jumlah peserta yang mencapai 150 orang.

Racana Makhdum Ibrahim – Nyai Candrawati secara mandiri mengadakan seminar nasional dengan menggandeng 5 sponsor. Promosi kegiatan seminar ini dilakukan dengan memaksimalkan sosial media Instagram, Facebook, Whatsapp, dan komunitas masing-masing anggota.

Selain peserta dari kalangan umum, ada berbagai lembaga resmi di luar STITMA Tuban yang mengikuti kegiatan ini, seperti : IAITABA, Universitas Ronggolawe, MA Darul Mi’wa, SMK TJP Tuban, RTIK Tuban, KMI Assalam, SMKN 1 Tuban, MAN 1 Tuban, PP Mansyur Huda Senori, KSA Tunas Melati, SMA Manbail Huda, Institut Sunan Drajat, Universitas Sunan Bonang, STIE Muhammadiyah, STIKES NU, UINSA, dan juga UNISDA dari Lamongan.

Seminar nasional yang dilaksanakan pada hari Minggu 13 Mei 2018 diawali dengan sambutan-sambutan dari perwakilan Racana Makhdum Ibrahim – Nyai Candrawati, pembacaan ayat suci AL Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan kemudia resmi  dibuka oleh ketua STITMA Tuban, bapak Akhmad Zaini, S.Ag., M.Si.

Acara yang diketuai oleh Didik Nur Ihsan ini mengundang 2 pembicara, yaitu bapak Sunarsip, M.E., Ak yang merupakan komisaris independen PT. Bank Syariah BRI dan dosen di STAN dan bapak Sandy Suwito, CH. CHt yang merupakan trainer konsep marketing.

Bapak Sunarsip, M.E., Ak menjelaskan tentang pentingnya networking dan ESQ (Emotional Spiritual Quotient) bagi generasi muda. Menurut beliau ini penting karena tanpa networking yang baik, mereka akan susah berkembang. Bapak Sandy Suwito, CH. CHt  juga menambahkan tentang pentingnya menjadi kreatif, khususnya bagi wirausahawan saat ini, mengingat persaingan di pasar sangatlah ketat.

Peserta antusias mengikuti jalannya seminar. Hal ini terlihat dari banyak peserta yang aktif bertanya dan beriteraksi dengan nara sumber. Mereka ingin belajar lebih dalam mengenai bagaimana merintis dan menjalankan usaha, seperti yang disampaikan oleh Ikhsan, salah satu peserta umum di seminar ini.

 

 

 

 

Leave a Comment