Mahasiswa merupakan generasi muda terdidik yang menjadi tumpuan masa depan bangsa. Mereka adalah “agent of change” ,  agen perubahan. Hal ini menunjukkan bahwa para mahasiswa mendapat amanah yang sangat besar untuk keberlangsungan hidup di masyarakat supaya menjadi lebih baik. Mereka tidak hanya belajar tentang teori-teori keilmuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk melakukan perubahan. Mahasiswa diminta bisa mengaplikasikan apa yang mereka pelajari ke tengah-tengah masyarakat.

Sesuai dengan “Tri Dharma Perguruan Tinggi” yang berisikan tentang pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian, mahasiswa memiliki tugas yang meliputi ketiga aspek tersebut.

  1. Mahasiswa mempelajari teori-teori keilmuan di bangku perkuliahan
  2. Mahasiswa mampu melakukan penelitian mengenai permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat dengan mendalam
  3. Mahasiswa terjun langsung di masyarakat, memfasilitasi masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi di daerahnya masing-masing.

Untuk menunaikan tanggung jawab mahasiswa dan Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut, STIT Makhdum Ibrahim (STITMA) Tuban mengadakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dalam kegiatan KKN ini, mahasiswa tidak hanya mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga belajar dari dan bersama masyarakat, sekaligus melakukan penelitian mengenai kondisi sosial kemasyarakatan di sana.

Maka dari itu, di program KKN tahun 2018, STITMA Tuban menggunakan metode yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, PAR ( Pariticipatory Action Research). Ada tiga hal utama yang menjadi dasar metode ini, yaitu : partisipatoris (participatory), aksi (action), dan penelitian (research).  Melalui metode ini, diharapkan mahasiswa mampu belajar bersama masyarakat, mempertajam kepekaan, empati, dan kepedulian sosial, tanggap terhadap permasalahan sosial yang ada, serta mampu mensinergikan keilmuannya untuk memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diharapkan mampu memaksimalkan metode ini dalam KKN yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2018 di Kecamatan Plumpang. Karena itu, mahasiswa diberikan pembekalan mengenai teori-teori serta mempersiapkan apa saja yang harus mereka lakukan selama terjun di masyarakat nanti.

Pihak kampus memberikan pembekalan sebagai salah satu upaya mempersiapkan mahasiswa yang dilaksanakan pada 12 Mei 2018 di aula lantai 3 STITMA Tuban. Ada 272 mahasiswa yang terdaftar dalam KKN 2018. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dibuka oleh ketua STITMA Tuban, bapak Akhmad Zaini, S.Ag. M.Si.

Pembekalan materi PAR untuk persiapan KKN 2018 dilakukan oleh bapak Dr. Abdul Muhid, M.Si dari KOPERTAIS Wilayah IV. Materi-materi yang disampaikan dalam pembekalan ini meliputi teori-teori dasar PAR ( Pariticipatory Action Research), penjelasan mengenai tahapan-tahapan yang harus dilaksanakan, serta simulasi yang dilakukan oleh mahasiswa peserta KKN. Mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok dan melaksanakan simulasi bersama kelompoknya.

Salah satu materi simulasi dalam pembekalan ini adalah pemetaan wilayah. Para mahasiswa belajar memetakan wilayah ke dalam selembar kertas plano yang diberikan. Dalam memetakan wilayah, mereka berdiskusi mengenai isi pemetaan.

Melalui pembekalan KKN yang mendatangkan pembicara dari KOPERTAIS Surabaya ini, diharapkan mahasiswa mampu menguasai materi PAR ( Pariticipatory Action Research) dan menerapkannya dengan baik saat pelaksanaan KKN di Plumpang nanti.

Leave a Comment