Salah satu keistimewaan pembelajaran dalam Islam adalah adanya kitab kuning yang di dalamnya terdapat sistem sanad (mata rantai keilmuan). Sistem pembelajaran seperti inilah yang menjaga kemurnian ajaran sejak jaman dahulu sampai sekarang. 

Kitab kuning merupakan khasanah keilmuan yang turut berkontribusi besar terhadap kemajuan pembelajaran dan perkembangan Islam di tanah air.  Kitab kuning membahas secara apik mengenai keilmuan dan spiritual dalam keislaman. Karena itu, dalam peringatan HARLAH XXX, STITMA Tuban mengadakan lomba Muzabaqoh Qiro’atil Kutub (MQK) untuk mengajak para santri dan masyarakat umum untuk lebih mengenal kitab kuning. Tujuan pengadaan lomba MQK ini adalah untuk menumbuhkan paradigma pemikiran dengan mengedepankan kemampuan logika, rasionalitas, olah pikir serta daya pikir kritis para peserta.

Sebanyak 32 peserta yang mengikuti perlombaan ini. Mereka berasal dari berbagai sekolah dan pondok pesantren. Ada 3 kriteria yang dijadikan parokan dalam penilaian lomba MQK, yaitu :

  1. Kebenaran dan kelancaran membaca kitab
  2. Kebenaran memaknai dan menerangkan kitab
  3. Nahwu Shorof

Sistematika perlombaan, setiap peserta dipanggil menurut nomor urut dan diberikan amplop yang berisi soal/halaman yang harus dibaca dan dijelaskan. Untuk menentukan penilaian dan peserta yang menjadi juara, penjurian dilakukan oleh bapak Hibrul Umam, M.Pdi dan bapak Saiful Huda, MA.

Berdasarkan hasil penampilan peserta dan penjurian, diperoleh 3 juara utama, yaitu:

JUARA I Izza Hasnia (PP Al Falah Rengel)

JUARA II Sulton Hidayat (Manbaus Solah)

JUARA III Syamsul Huda (PP Darut Tauhid Senori)

Penyerahan hadiah pada para pemenang akan dilaksanakan pada puncak perayaan HARLAH STITMA Tuban 3 Juli 2018 di kampus STITMA Tuban.

Leave a Comment